Curhatan Bupati Sitaro Menggema, Tangis Seorang Ibu di Balik Jeruji

Iklan Semua Halaman

Curhatan Bupati Sitaro Menggema, Tangis Seorang Ibu di Balik Jeruji

Redaksi
Mei 11, 2026
Chyntia Kalangit Bupati Kepulauan Sitaro. (Foto isitimewa) 

MANADO, Informasi Sulut - Di balik dinginnya ruang tahanan, seorang ibu yang pernah memimpin daerah kepulauan kini hanya bisa menatap dinding sempit sambil memikirkan satu pertanyaan besar tentang keadilan.

Chyntia Kalangit, Bupati Kepulauan Sitaro, menyampaikan curahan hati yang menyentuh dari Rutan Manado.

Dengan suara hati seorang ibu, ia mengaku terpukul setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kerugian negara Rp22,5 miliar.

“Angka itu menghancurkan nama baik, martabat, dan seluruh pengabdian saya,” tulisnya.

Namun bukan hanya status tersangka yang membuatnya terluka. Chyntia mempertanyakan dasar audit internal yang dipakai untuk menghitung kerugian negara.

Ia merasa ada pertanyaan besar yang belum terjawab secara terbuka.

“Bukankah selama ini masyarakat diajarkan bahwa penentuan kerugian negara dilakukan oleh lembaga resmi seperti BPK?” katanya.

Di balik jeruji besi, Chyntia mengaku terus mencoba memahami bagaimana pengabdiannya kepada masyarakat saat bencana Gunung Ruang kini berubah menjadi tuduhan pidana.

“Tidak ada satu sen pun uang bantuan yang masuk ke rekening saya,” tegasnya.

Malam itu, dari balik dinginnya Rutan Manado, Chyntia hanya berharap masih ada telinga yang mau mendengar. (Red)